Jembrana - Komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung program strategis pemerintah kembali ditegaskan dalam Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional yang digelar di Lapangan Apel Gedung Auditorium Pemkab Jembrana, Rabu (18/2/2026).

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kapolres Jembrana Kadek Citra Dewi Suparwati, memimpin langsung jalannya upacara yang diikuti 145 personel terdiri dari Pejabat Utama Polres Jembrana, para Kapolsek jajaran, perwira, serta gabungan personel fungsi operasional dan staf.

Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa Hari Kesadaran Nasional bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan momentum memperkuat dedikasi, disiplin, dan profesionalisme sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Hari Kesadaran Nasional bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum untuk mempertebal dedikasi, kedisiplinan, dan profesionalisme kita sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, ” tegas Kapolres.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi dan loyalitas dalam pelaksanaan tugas selama Januari 2026, sehingga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Jembrana tetap aman dan terkendali.
Meski demikian, Kapolres mengingatkan agar seluruh jajaran tidak berpuas diri menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Dalam konteks mendukung visi nasional (Asta Cita) menuju Indonesia Emas 2045, Kapolres menekankan peran Polri dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan melalui pengawasan rantai distribusi, termasuk pupuk subsidi dan komoditas strategis sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Polri, lanjutnya, diharapkan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan stabilitas keamanan yang kondusif bagi pembangunan dan iklim investasi, termasuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada jagung, serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
Perhatian khusus juga diberikan pada isu lingkungan dan ekonomi biru, khususnya pengelolaan kawasan pesisir dan penanganan sampah laut di Bali. Kapolres menginstruksikan jajaran untuk proaktif mendata wilayah pesisir yang perlu dilakukan aksi pembersihan serta mengawal pembangunan Desa/Kampung Nelayan Merah Putih.
“Polri harus menjadi teladan dalam industri hijau dengan menerapkan dekarbonisasi serta membudayakan pemilahan sampah di setiap lingkungan kantor, ” ujarnya.
Kapolres turut menyampaikan tujuh poin penekanan dari Wakapolri, antara lain penerapan restorative justice dalam penegakan hukum, respons cepat berbasis prinsip golden time, penguatan integritas dan tata kelola berbasis data, optimalisasi layanan 110, serta pengawasan ketat terhadap disiplin internal.
“Jangan sampai masalah menjadi viral terlebih dahulu baru ditangani. Kita harus proaktif, bukan reaktif. Gunakan prinsip golden time dalam membentuk opini publik yang positif, ” tegasnya.
Menjelang agenda Operasi Ketupat Agung 2026, Kapolres menginstruksikan seluruh jajaran untuk mempersiapkan sarana prasarana serta memetakan potensi kerawanan sejak dini guna memastikan pengamanan berjalan optimal.
Upacara berlangsung khidmat, tertib, dan lancar. Melalui momentum ini, Polres Jembrana kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus mendukung penuh program pembangunan nasional, sejalan dengan doktrin Polri “To Serve and To Protect” yang berlandaskan Tri Brata dan Catur Prasetya.

Ani a