Jembrana - Kapolres Jembrana Gelar Jumat Curhat Bersama Komunitas Sopir di Gilimanuk, Perkuat Sinergi Jelang Angkutan Lebaran 2026

Dalam upaya menjaga kelancaran arus lalu lintas serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Angkutan Lebaran 2026, Polres Jembrana melalui Kapolres Jembra

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 11.55 WITA tersebut dihadiri unsur pemerintah, stakeholder pelabuhan, serta perwakilan komunitas sopir yang berjumlah sekitar 40 orang. Hadir pula Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, perwakilan ASDP Gilimanuk, UPP Kelas II Gilimanuk, serta jajaran Polres Jembrana dan Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

Kapolres Jembrana menjelaskan bahwa program Jumat Curhat merupakan bagian dari inovasi Polres Jembrana melalui program “Menyama Braya” untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan, khususnya terkait pengaturan arus kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk menjelang arus mudik Lebaran.

“Melalui kegiatan Jumat Curhat ini, kami ingin mendengar langsung masukan dari masyarakat dan komunitas sopir terkait kelancaran arus kendaraan saat Angkutan Lebaran nanti, sehingga situasi kamtibmas di wilayah Gilimanuk tetap kondusif, ” ujar Kapolres Jembrana.

Ia juga mengimbau para pengguna jasa penyeberangan agar mengutamakan keselamatan berkendara serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan, termasuk terkait pembelian tiket secara resmi melalui aplikasi maupun di Terminal Cargo Gilimanuk.
Selain itu, Polres Jembrana telah menyiapkan langkah strategis dalam pengamanan arus mudik melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dengan mendirikan empat Pos Pengamanan, satu Pos Pelayanan, dan satu Pos Terpadu guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Polres Jembrana bersama stakeholder akan terus bersinergi agar pengaturan arus kendaraan berjalan tertib dan lancar. Kami juga mengajak seluruh sopir untuk mematuhi aturan, termasuk tidak membawa muatan berlebih serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, ” tegasnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah perwakilan komunitas sopir menyampaikan berbagai aspirasi, di antaranya terkait penertiban antrean kendaraan, perbaikan penerangan jalan, kondisi jalan di Terminal Cargo, hingga keadilan dalam proses pemuatan kapal. Aspirasi tersebut langsung ditanggapi oleh Kapolres Jembrana bersama pihak terkait untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas instansi.
Sementara itu, Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengapresiasi langkah Polres Jembrana yang aktif membangun komunikasi dengan masyarakat dan komunitas sopir.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Kapolres Jembrana dan jajaran yang terus bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Gilimanuk, khususnya menjelang arus mudik Lebaran, ” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Kapolres Jembrana juga mengimbau masyarakat dan para pengguna jasa penyeberangan apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin melaporkan kejadian darurat agar segera menghubungi layanan Call Center Polri 110 yang aktif 24 jam secara gratis.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor melalui layanan 110 apabila menemukan gangguan kamtibmas atau membutuhkan bantuan kepolisian. Polri siap memberikan pelayanan cepat demi keamanan dan kenyamanan bersama, ” pungkasnya.
Kegiatan tatap muka dalam program Jumat Curhat tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kebersamaan, sekaligus menjadi wadah komunikasi yang efektif antara Polri, pemerintah, stakeholder pelabuhan, dan masyarakat guna mewujudkan arus mudik Lebaran 2026 yang aman, lancar, dan kondusif di wilayah Pelabuhan Gilimanuk.

Ani a